membawa bekal ternyata tidak hanya menguntungkan bagi si kecil saja. Bagi para karyawan seperti kita, membawa bekal bukanlah pilihan yang buruk untuk dicoba. Ada banyak hal positif yang bisa dinikmati ketika kitamembawa bekal makan siang ke kantor1.Menjaga isi Dompet
Membawa bekal sudah pasti lebih hemat. Mengapa? Saat ini, harga rata-rata makan siang di kantin atau rumah makan di sekitar perkantoran berkisar dari Rp 15.000-50.000. Dalam waktu 20 hari kerja, kita harus menghabiskan uang sekitar Rp 300 000 - 1 juta per bulan hanya untuk biaya makan. Jika kita membawa bekal, jumlah uang itu bisa kita tabung atau dialokasikan untuk kebutuhan yang lain.
2. makan tepat waktu
Saat jam makan siang, kita tak perlu repot mengantri membeli makanan karena bekal yang kita bawa sudah siap untuk disantap. Ini bisa melatih tubuh untuk memiliki jadwal makan siang yang teratur. Penelitian membuktikan jadwal makan yang teratur juga bisa membantu misi untuk melangsingkan tubuh.
3. makanan Terjamin Kebersihannya dan Nutrisinya
Bekal hasil masakan sendiri atau masakan orang rumah, pasti terjamin kebersihannya, karena bahan yang digunakan pastilah bahan pilihan. Selain itu, karena kita sendiri yang mengolah masakannya maka kita pasti mengolahnya dengan cara yang tepat agar tidak kehilangan nutrisinya.
4. Mengasah Kreativitas
Saat kita terbiasa membawa bekal ke kantor, secara naluriah kita akan terpicu untuk mencoba resep baru. Ini membuat kita akan menikmati menu makanan yang variatif dari hari ke hari. Alhasil kita pun telah memberikan peluang bagi tubuh untuk mendapat nutrisi yang lebih beragam.
5. Porsi Makan PAS
Bila makan diluar porsi yang dipesan terkadang kurang sesuai dengan porsi makan kita, bisa terlalu banyak atau terlalu sedikit. Dengan membawa bekal, kita dapat mengatur jumlah porsi yang dibawa agar sesuai dengan porsi makan kita.
Nah, sekarang waktunya kita para karyawan untuk memba wabekal ke kantor. Tidak perlu malu atau gengsi, karena membawa bekal sudah
pasti berdampak positif dan tidak akan merugikan kesehatan maupun �kantong� kita.Sumber : www.kaskus.co.id
Sebagai seorang suami, betapa senang hati ini jika pulang ke rumah mengetahui semua dalam keadaan ceria. Istri menyambut dan mencium tangan kita. Anak menghampiri untuk sekadar tersenyum atau ikut salim. Ah, betapa lelah dan letih seharian bekerja akan memudar tepat di depan pintu rumah. Sehingga, energi positif anak dan istri serasa merasuk ke tubuh kita. Menjadikan kita segar kembali.
Dan peran kita berubah saat kita mengucap salam di depan pintu. Yang tadinya adalah pekerja yang sibuk dan terbeban semua pekerjaan dan deadline. Berubah peran menjadi seorang ayah, bapak, atau papa yang sederhana dan menyayangi keluarganya. Dan cium tangan (atau lalu cium kening istri) akan merubah semua beban itu menjadi seperti sebuah penyegar dari penatnya dunia di kantor.
Dan cium tangannya istri dapat dimaknai sebagai rasa hormat. Namun jauh dari itu semua, makna cium tangan atau salimnya istri bisa berarti lebih dari memberi rasa hormat.
Pertama, cium tangan sebagai sebuah rasa syukur
Cium tangannya istri dapat dimaknai pula sebagai sebuah ungkapan syukur. Sebagai ungkapan terima kasih kepada sang Pemilik Semesta sudah mengijinkan suami bisa pulang ke rumah dan memberikan keselamatan selama di jalan tadi. Rasa syukur dapat menatap kembali senyum suami. Menyandang dan mencium tangan suami kembali.
Anak pun kembali senang menjumpai ayahnya kembali pulang ke rumah. Janji sang ayah untuk pulang sore ini terpenuhi. Dengan sabar dan tulus sang anak menunggu sang ayah kembali ke rumah. Menanti untuk dapat bermain kembali walau sebentar. Bermain yang kadang sepele untuk orang dewasa, namun sangat berarti untuk sang anak. Bisa bersama sang ayah adalah suatu yang priceless untuk anak.
Saat mencium tangan atau kemudian mengecup kening istri, hendaknya suami sembari berdoa. Berdoa agar selalu diberikan kesempatan dan kesanggupan bertemu kembali anak dan istri di rumah. Dan dengan tulus pula bersyukur karena bisa mengetuk pintu, berucap salam, dan tersenyum menyapa mereka yang ada di rumah kembali.
Kedua, mencium tangan adalah bukti cinta yang diperbuat
Mungkin semakin lama hidup berumah tangga, semakin sedikit kata cinta atau sayang terucap. Mungkin karena sudah merasa tua dan tidak seperti masa muda dulu, banyak dari kita orangtua sungkan mengucapkan kata cinta. Kata yang dulu menjadi suatu yang diidamkan dan dinanti. Saat bertemu di jaman masih muda dulu, mengucapkan kata sayang atau cint membuat hati berbunga. Senyum simpul dan tersipu istri saat suami mengucapkan kata cinta, menjadikan candu cinta yang selalu didamba.
Dan cium tangan sejatinya adalah kata cinta atau sayang itu sendiri. Ia bermetamorfosa menjadi suatu yang lebih eclectic (langitan). Kata cinta menjadi pengabdian suami maupun istri. Kata cinta dulu itu sekarang menjadi suatu dasar membangun rasa setia suami dan istri. Dan cium tangannya sang istri adalah bentuk nyata rasa cinta yang menjadi perbuatan. Cium tangan adalah simbolisasi cinta dalam bentuk perbuatan nyata.
Kata cinta dulu sudah menjadi sebuah pembuktian dengan istri mencium tangan suami. Sebuah hal yang tidak harus suami minta. Bukan pula menjadi beban istri. Karena secara tidak sadar, cium tangannya istri adalah bentuk kesetiaan yang dilakukan setiap saat. Menyambut dengan mencium tangan suami adalah pengabdian cinta yang tanpa pamrih dan lebih nyata dari kata cinta itu sendiri.
Ketiga, mencium tangan suami adalah pelebur beban suami
Betapa kita suami, akan senang jika istri mencium tangan kita. Dengan mengalihkan pekerjaan atau hal lain yang sedang dilakukan istri, ia dengan sigap menyambut suami. Ah, betapa lelah dan stress dari luar rumah serasa lebur tepat saat tangan ini dicium istri. Betapa sungguh senyum dan sapa istri saat cium tangan adalah penawar lelah dan jengah dunia di luar rumah.
Rumah menjadi alam surga yang Tuhan rekayasa demikian baik dengan hadirnya istri dan anak. Istri yang setia dan anak yang sehat dan ceria, adalah gambaranprerequisite (awal) surga. Penatnya dunia akan mampu dileburkan tepat saat istri dan anak menyambut di rumah. Celoteh ringan seperti menawari minum atau anak menunjukkan gambar terbarunya (walau acak-acakan) adalah serupa energi drink hati yang kalut dengan pekerjaan.
Walau sejenak, tapi perasaan senang dan bahagia disambut anak-istri adalah momen yang menjadi candu. Selalu suami rindu dan harapkan. Dan tentunya selalu istri dambakan. Karena sang suami bisa kembali pulang, walau lelah. Dan dengan bukti cintanya, menyambut suami dengan cium tangan dan senyum simpul. Sebagai penawar jumudnya dunia. Belum lagi celoteh dan senyum anak yang menyambut. Betapa sempurnya peran ayah, bapak, atau papa.
Buat wanita karir atau bekerja, tidak ada salahnya pula mencium tangan sang suami yang telah dulu pulang ke rumah. Hanya beda posisi saja, sang suami menyambut dan istri pulang kiranya tidak meruntuhkan makna cium tangannya istri. Sama-sama bersyukur bisa kembali bersatu di hari ini. Bisa kembali membuktikan kesetiaan dalam berumah tangga. Dan bisa menjadi penawar penatnya dunia. Dengan menciptakan surga mini di dunia. Keluarga.
Ricky Febrian
January 21, 2014
New Google SEO
Bandung, IndonesiaKasih ibu,
Kepada beta
Tak terhingga sepanjang masa
*courtesy of LirikLaguIndonesia.Net
Hanya memberi,
Tak harap kembali,
Bagai sang surya, menyinari dunia.
Semua orang pasti sudah tak asing lagi dengan lagu KASIH IBU, namun kalau dihayati lagu ini menggambarkan betapa mulianya seorang ibu. karena ibu telah mengandung kita selama sembilan (9) bulan lebih sepuluh (10) hari. dan dengan susah payah dan mempertaruhkan nyawanya demi melahirkan kita ke dunia yang fana ini.tidak selesai sampai disini.setelah itu Ibu mengasuh dan menyusui kita selama Dua (2) tahun.
Dan IBU selalu merawat kita dan memperhatikan kesehatan kita. dan siapakah yang merawat kita di saat kita sakit?? tentulah IBU. dan siapa yang membimbing kita di rumah ketika ayah membanting tulang bekerja untuk menafkahi keluarga, Tentulah IBU.
Ya, Ibu adalah makhluk yang sangat mulia, seperti yang diriwayatkan dalam hadist Abu Hurairah radhiallahu 'anh berkata:
Seorang lelaki datang menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan bertanya:
�Siapakah manusia yang paling berhak untuk aku layani dengan sebaik-baiknya?�
Baginda menjawab: �Ibu kamu.� Dia bertanya lagi: �Kemudian siapa?�Baginda menjawab: �Ibu kamu.�Dia bertanya lagi: �Kemudian siapa?�Baginda menjawab: �Ibu kamu.�Dia bertanya lagi: �Kemudian siapa?�Baginda menjawab: �Ayah kamu.�. (HR. Bukhori)
sungguh ibu adalah salah satu makhluk ciptaan tuhan yang sangat tinggi bahkan tiga tingkat di atas ayah.seperti didalam lirik lagu qhosidah berikut ini:
Ibu...................
Ibu kaulah wanita yang mulia
Derajatmu tiga tingkat dibanding ayah
Ibu kaulah wanita yang mulia
Derajatmu tiga tingkat dibanding ayah
Kau mengandung melahirkan menyusui mengasuh dan merawat
Lalu membesarkan putra-putrimu Ibu
Ibu kaulah wanita yang mulia
Derajatmu tiga tingkat dibanding ayah
Lautan kasih sayang
Pada setiap insan
Mataharinya alam
Sebagai perumpamaan
Dunia isinya belumlah sepadan
Sebagai balasan ibumu melahirkan
Doanya terkabulkan keramat di dunia
Kutuknya kenyataan jangan coba durhaka
Syurganya Tuhanmu dibawah kakinya
Ridhanya Ibumu ridha Tuhan jua
Wahai jangan jadi anak durhaka
Ibu kaulah wanita yang mulia
Derajatmu tiga tingkat dibanding ayah
Lautan kasih sayang
Pada setiap insan
Mataharinya alam
Sebagai perumpamaan
Dunia isinya belumlah sepadan
Sebagai balasan ibumu melahirkan
Doanya terkabulkan keramat di dunia
Kutuknya kenyataan jangan coba durhaka
Syurganya Tuhanmu dibawah kakinya
Ridhanya Ibumu ridha Tuhan jua
Marilah berbakti pada Ibunda
Ibu kaulah wanita yang mulia
Derajatmu tiga tingkat dibanding ayah
marilah kita berbakti kepada kedua orang tua nkita terutama ibu kita yang telah banyak membuat kita bahagia dan marilah kita membahagiakan IBU.
Di hari IBU yang sangat indah di tahun ini marilah kita introfeksi diri dan marilah kita tengok beberapa abad yang lalu dari kisah salah satu sahabat Nabi yang taat beribadah kepada Allah, namun ketika sakaratul maut dia sangat sulit untuk mengucapkan kalimat syahadat.mengapa demikian??, padahal ia termasuk orang yang Ahli Ibadah. ingin tahu sebabnya?? silahkan baca dan renungilah kisah dibawah ini. Al-Qomah adalah sahabat Nabi saw yang baik dan pemuda yang sangat rajin beribadah. Pada suatu hari secara tiba tiba ia jatuh sakit. Isterinya menyuruh seseorang memberi kabar kepada Rasulallah saw tentang keadaan suaminya yang sakit keras dan dalam keadaan sakaratul maut.
Lalu Rasulallah saw menyuruh Ali, Bilal ra dan dan beberapa sahabat lainya melihat keadaan Alqomah. Begitu mereka sampai di rumah Alqomah, mereka melihat keadaanya sudah krisis tidak ada harapan hidup. Kemudian mereka segera membantunya membacakan kalimah syahadat (la ilaha illaah) dihadapanya, tetapi lidah Alqomah tidak mampu menyebutnya.
Setelah melihat keadaan Alqomah yang semakin menghampiri akhir ajalnya dan semakin parah ditambah lagi ia tidak mampu mengucapkan kalimat syahadat, mereka menyuruh Bilal memberitahukan Rasulallah saw. Maka Bilal menceritakan kepada beliau segala hal yang terjadi atas diri Al-Qomah.
Lalu Rasulallah saw bertanya kepada Bilal, �Apakah ayah Al-Qomah masih hidup?�
Kemudian Rasulallah saw berkata lagi, �Pergilah kamu ya Bilal menemui ibunya, sampaikan salamku dan katakan kepadanya kalau ia bisa datang menjumpaiku. Kalau dia tidak bisa berjalan, katakan aku akan datang ke rumahnya menjumpainya.�
Bilal tiba di rumah ibu Alaqomah, ibunya mengatakan bahawa dia ingin menemui Rasulallah saw. Lalu ia mengambil tongkat dan terus berjalan menuju ke rumah beliau.
Setibanya disana ibu Al-Qamah memberi salam dan duduk di hadapan Rasulallah saw. Kemudian Rasulallah saw membuka pembicaranya, �Ceritakan kepadaku yang sebenarnya tentang anakmu Al-Qomah. Jika kamu berdusta, niscaya akan turun wahyu kepadaku,�
Dengan rasa sedih ibunya bercerita, �Ya Rasulallah, sepanjang masa, aku melihat Al-Qomah adalah laki-laki dewasa, laki-laki yang cerdas, sholeh dan selalu melakukan perintah Allah dengan sempurna, sangat rajin beribadat. Shalat dan puasa tidak pernah ditinggalkannya dan sangat suka bersedekah
�Ya Rasullah, semenjak aku mendapat kabar gembira tentang kehamilanku aku membawa Al-Qamah 9 bulan di perutku. Tidur, berdiri, makan dan bernafas bersamanya. Akan tetapi semua itu tidak mengurangi cinta dan kasihku kepadanya.�
�Ya Rasulallah, aku mengandungnya dalam kondisi lemah di atas lemah, tapi aku begitu gembira dan puas setiap aku rasakan perutku semakin hari semakin bertambah besar dan ia dalam keadaan sehat wal afiat dalam rahimku.�
�Kemudian tiba waktu melahirkanya ya Rasulallah. Pada saat itu aku melihat kematian di mataku.. hingga tibalah waktunya ia keluar ke dunia. Ia pun lahir. Aku mendengar ia menangis maka hilang semua sakit dan penderitaanku bersama tangisannya.�
Ibu Al-qamah mulai menangis, lalu ia melanjutkan ceritanya, �Kemudian, berlalulah waktu. Hari berganti hari, bulan berganti bulan dan tahun berganti tahun. Selama itu aku setia menjadi pelayannya yang tidak pernah lalai menjadi pendampingnya yang tidak pernah berhenti. Aku tidak pernah lelah mendo�akannya agar ia mendapat kebaikan dan taufiq dari Allah.�
�Ya Rasulallah, aku selalu memperhatikannya hari demi hari hingga ia menjadi dewasa. Badannya tegap, ototnya kekar, kumis dan jambang telah menghiasi wajahnya. Pada saat itu aku mulai melirik ke kiri dan ke kanan untuk mencari pasangan hidupnya.�
Kemudian ia melanjutkan ceritanya, �Tapi sayang ya Rasulallah, setelah ia beristri aku tidak lagi mengenal dirinya, senyumnya yang selama ini menjadi pelipur duka dan kesedihanku, sekarang telah hilang, dan tawanya telah tenggelam. Aku benar-benar tidak mengenalnya lagi karena ia telah melupakanku dan melupakan hakku.�
�Aku tidak mengharap sesuatu darinya ya Rasulallah, yang aku harapkan hanya aku ingin melihat rupanya, rindu dengan wajahnya. Ia tidak pernah menghapiriku lagi. Ia tidak pernah menanyakan halku, tidak memperhatikanku lagi. Seolah olah aku dibuang di tempat yang jauh.�
�Ya Rasulallah, aku ini tidak meminta banyak darinya, dan tidak menagih kepadanya yang bukan-bukan. Yang aku pinta darinya, jadikan aku sebagai sahabat dalam kehidupannya. Jadikanlah aku sebagai pembantu di rumahnya, agar bisa juga aku bisa menatap wajahnya setiap saat. Sayangnya dia lebih mengutamakan isterinya daripada diriku dan menuruti kata-kata isterinya sehingga dia menentangku.�
Rasulallah saw sangat terharu mendengar cerita ibu Al-Qamah. Kemudia beliau menyuruh Bilal mencari kayu bakar utuk membakar Al-Qomah hidup hidup. Begitu Ibu Al-Qamah mendengar perintah tersebut, ia pun berkata dengan tangisan dan suara yang terputus putus, �Wahai Rasullullah, kamu hendak membakar anakku di depan mataku? Bagaimana hatiku dapat menerimanya? Ya Rasulallah, walaupun usiaku sudah lanjut, punggungku bungkuk, tangganku bergetar. Walaupun ia tidak pernah menghapiriku lagi tapi cintaku kepadanya masih seperti dulu, masih seperti lautan yang tidak pernah kering. Janganlah kamu bakar anakku hidup hidup�
Rasulallah saw bersabda �Siksa Allah itu lebih berat dan kekal. Karena itu jika kamu ingin Allah mengampuni dosa anakmu itu, maka hendaklah kamu mengampuninya. Demi Allah yang jiwaku di tangan-Nya, tidak akan berguna sholatnya, puasanya dan sedekahnya, semasih kamu murka kepadanya.�
Kemudian ibu Al-Qomah mengangkat kedua tangannya dan berdoa, �Ya Rasullullah, aku bersaksi kepada Allah yang di langit dan bersaksi kepadamu ya Rasullullah dan mereka-mereka yang hadir disini bahwa aku aku telah ridho pada anakku Al-Qomah.�
Lalu Rasulallah saw mengarah kepada Bilal ra dan berkata, �Pergilah kamu wahai Bilal, dan lihat kesana keadaan Al-Qomah apakah ia bisa mengucapkan syahadat atau tidak? Aku khawatir, kalau-kalau ibu Al-Qomah mengucapkan itu semata-mata karena aku dan bukan dari hatinya,�
Bilal pun sampai di rumah Alqomah, tiba-tiba terdengar suara Al-Qomah menyebut, �La ilaha illallah�. Lalu Bilal masuk sambil berkata, �Wahai semua orang yang berada di sini. Ketahuilah sesungguhnya kemarahan seorang ibu kepada anaknya bisa membuat kemarahan Allah, dan ridho seorang ibu bisa membuat keridhoan-Nya .� Maka Al-Qomah telah wafat pada waktu dan saat yang sangat baik baginya�
Lalu Rasulallah saw segera pergi ke rumah Al-Qomah. Para sahabat memandikan, kafankan dan menyolatinya diimami oleh Rasulallah saw. Sesudah dikuburkan beliau bersabda sambil berdiri didekat kubur, �Wahai sahabat Muhajirin dan Ansar. Sesiapa yang mengutamakan isterinya dari ibunya, maka dia akan dilaknat oleh Allah dan semua ibadahnya tidak diterima Allah.�
Wallahu�alam.
maka janganlah kita sampai menyakiti hati seorang ibu, karena syurga Allah di bawah telapak kaki ibu dan apa yang dikatakan seorang ibu itu adalah do'a.
SELAMAT HARI IBU.
�Dan Tuhanmu telah menentukan supaya engkau semua jangan menyembah melainkan Dia dan supaya engkau semua berbuat baik kepada kedua orang tua. Dan kalau salah seorang di antara keduanya ada di sisimu sampai usia tua, maka janganlah engkau berkata kepada keduanya dengan ucapan �ah�, dan jangan pula engkau menggertak keduanya, tetapi ucapkanlah kepada keduanya itu ucapan yang mulia - penuh kehormatan. �Dan turunkaniah sayap kerendahan � maksudnya: Rendahkanlah dirimu � terhadap kedua orangtuamu itu dengan kasih-sayang dan katakanlah: �Ya Tuhanku, kasihanilah kedua orangtuaku itu sebagaimana keduanya mengasihi aku di kala aku masih kecil.�
(al-lsra�: 23-24)
Ricky Febrian
December 23, 2013
New Google SEO
Bandung, IndonesiaBersyukurlah Admin kali ini akan membahas tentang sebuah nikmat yang diberikan tuhan kepada setiap makhluknya salah satunya adalah Nikmat kesehatan.
Ya, kesehatan adalah salah satu nikmat terbesar yang diberikan tuhan kepada makhluknya agar senantiasa bersyukur kepada-Nya dan agar makhluknya dapat beraktivitas seperti yang sekarang ini kita lakukan.karena banyak di zaman sekarang seseorang meminta agar dirinya sakit padahal banyak di luar sana orang yang sakit ingin segera sehat dan tidak ingin mengalami sakit seperti yang telah di deritanya, tetapi setelah seseorang yang meminta agar di beri sakit itu di kabulkan oleh Allah SWT, dia ingin menjadi sehat seperti biasanya. Betapa sulitnya manusia untuk mensyukuri kesehatan yang diberikan Allah SWT kepada kita.
Biaya obat dan rumah sakit membumbung tanpa kontrol, hingga segala macam upaya seperti pengobatan alternatif pun ditempuh untuk dapat sembuh dari penyakit.
Memang kita hampir tidak pernah berpikir mengenai ancaman kematian saat masih muda. Namun dengan berjalannya waktu,cara dan pola hidup kita berpengaruh besar pada saat usia kita lanjut. Tidak pernah ada kata terlalu cepat atau terlambat untuk mulai memikirkan pentingnya kesehatan.
Dari berbagai opini yang saya dapat, adanya penyakit membuat banyak pihak mendapat keuntungan. Sudah biaya berobatnya mahal, bahkan tidak jarang setiap kesalahan medis sangat sulit untuk diadili. Mahalnya ongkos masih juga diperuncing oleh beredarnya obat palsu.
Hidup dan mati memang ada di tangan Tuhan.
Tapi ketika IA mempercayakan tubuh ini kepada kita
hendaklah kita jaga sebaik mungkin.
Kalau toh, setelah kita menjaganya kenyataan berbicara lain,
itu di luar kuasa kita. Berarti IA sudah menjadikan segala sesuatu itu
indah pada waktunya dan sesuai waktuNYA.
Jadi marilah kita jaga kesehatan kita sebelum datang sakit.
Jagalah hartamu sebelum datang miskinmu
Jagalah sehatmu sebelum datang sakitmu
Jagalah masa mudamu sebelum datang masa tuamu
Jagalah masa lapangmu sebelum datang masa sulitmu
Jagalah masa hidupmu sebelum datang masa matimu
Setiap anak wajib berbakti dan mentaati ibu bapa bertujuan membahagiakan kehidupan mereka melalui hari tua. Ajaran Islam meletakkan ibu bapa pada kedudukan yang mulia. Banyak bakti yang boleh dilakukan kepada ibu bapa. Bakti itu dalam bentuk material dan hubungan kasih sayang. Ini bersesuaian dengan fizikal ibu bapa yang semakin uzur dan memerlukan lebih perhatian.
Terdapat sekurang-kurangnya 10 bakti perlu dilakukan setiap anak terhadap ibu bapa
1.Memberi nafkah.
Terdapat ibu bapa yang berdepan dengan masalah kewangan. Mereka tidak dapat lagi melakukan tugas seharian disebabkan faktor usia. Kalaupun berkerja, tetapi tidak mencukupi untuk menampung perbelanjaan keluarga yang semakin meningkat.
Justeru menjadi tanggungjawab anak memberi nafkah atau bantuan kewangan kepada ibu bapa. Sumbangan itu tidak seberapa berbanding yang dibelanjakan ibu bapa untuk membesar dan mendidik anak.
2.Menyediakan tempat tinggal.
Dalam kes ibu bapa yang hilang tempat tinggal, atau tidak sesuai untuk didiami, adalah menjadi tanggungjawab anak menyediakan tempat tinggal yang lebih sesuai kepada ibu bapa.
Paling baik jika ibu bapa dibawa tinggal bersama agar dapat menjamin keselamatan dan keperluan harian mereka diuruskan dengan baik.
3.Memberi kasih sayang.
Kasih sayang adalah sebagai membalas kasih sayang yang selama ini telah dicurahkan ibu bapa. Kasih sayang ibu dan bapa tidak pernah padam terhadap anaknya. Jadi seharusnya kasih sayang itu dibalas dengan sebaik-baiknya.
Anak yang baik tidak melupai jasa dan kasih sayang kedua ibu bapa. Anak soleh sentiasa memohon kepada Allah agar ibu bapa mereka diberkati dan dicucuri rahmat.
Firman Allah bermaksud: ?Wahai Tuhanku! Cucurilah rahmat kepada mereka berdua sebagaimana mereka mencurahkan kasih sayang memelihara dan mendidikku ketika kecil.? (Surah al-Isra, ayat 24).
4.Memberi perhatian.
Ibu bapa yang diabaikan akan merasai kesunyian. Mereka terasa disisih dan dan seperti tidak diperdulikan. Hal ini memberi tekanan perasaan dan menyebabkan kemurungan. Keadaan ini jika berterusan memberi kesan kepada kesihatan fizikal dan mental ibu bapa.
Penerapan amalan memberi perhatian terhadap ibu bapa perlu disemai, dibajai serta disuburkan dalam kehidupan masyarakat kita. Kes anak yang membuang ibu bapa semakin meningkat. Anak memandang jijik terhadap ibu bapa sendiri.
Banyak ibu bapa yang disisihkan dan dihantar ke rumah rumah penjagaan orang-orang tua. Sukar diterima akal anak mendakwa tidak mampu menjaga ibu bapa. Sedangkan, ibu bapa mampu menjaga dan membesarkan beberapa orang anak.
5.Memenuhi permintaan.
Ibu bapa seringkali memerlukan bantuan anak untuk melaksanakan sesuatu keperluan. Permintaan itu mungkin dalam bentuk kewangan, tenaga dan masa.
Memenuhi permintaan ibu bapa perlu diutamakan berbanding melakukan tugas lain. Sesungguhnya, memenuhi permintaan ibu bapa lebih baik berbanding melakukan ibadat sembahyang sunat, berpuasa sunat, dan seumpamanya.
Malah keutamaan berbakti kepada ibu bapa lebih utama berjihad di medan perang. Diriwaytkan daripada Bukhri dan Muslim, Ibnu Umar berkata: Saya telah bertanya kepada Nabi Muhammad: Apakah perbuatan disukai oleh Allah?
Lalu baginda bersabda: Sembahyang pada waktunya. Kemudian apa? tanya saya lagi. Baginda menjawab: Berbakti kepada kedua ibu bapa. Saya bertanya: Apa lagi. Jawab baginda: Berjihad pada jalan Allah.
6.Melakukan apa yang disukai.
Ibu bapa sudah tentu mengharapkan anaknya melakukan sesuatu yang baik pada pandangan mereka. Melakukan perkara yang tidak sukai ibu bapa bermakna melakukan perbuatan derhaka.
Anak derhaka kepada ibu bapa tidak mendapat keberkatan dalam kehidupannya. Sesiapa derhaka kepada ibu bapa disegerakan balasan di dunia dan tidak terlepas di akhirat.
Sabda Rasulullah bermaksud: Dua kejahatan yang disegerakan balasan di dunia ialah zina dan menderhaka kepada dua ibu bapa.(Hadis riwayat Tirmizi).
Dalam hadis lain diriwayatkan al-Hakam bermaksud: Semua dosa akan ditangguhkan Allah, yakni balasan menurut kehendak-Nya hingga ke hari kiamat, kecuali balasan menderhaka kepada kedua ibu bapa. Maka sesungguhnya Allah menyegerakan balasan kepada pelakunya pada masa hidupnya sebelum mati.
7.Bercakap dengan lemah lembut.
Satu cara menjaga perasaan ibu bapa ialah bercakap lemah lembut dengan mereka. Suara hendaklah direndahkan dan jangan membantah permintaan mereka.
Firman Allah bermaksud: Tuhanmu telah memerintahkan, supaya kamu tidak menyembah selain Allah, dan hendaklah berbuat santun terhadap kedua orang tua. Jika salah seorang telah lanjut usianya, atau kedua-duanya telah tua, janganlah sekali-kali engkau berani berkata cis! terhadap mereka dan janganlah engkau suka menggertak mereka. Tetapi berkatalah dengan sopan santun dan lemah lembut. (Surah al-Israk, ayat 23).
Sesungguhnya, anak ditegah membantah kata-kata ibu bapa dengan suara tinggi atau bermaksud merendahkan kedudukan ibu bapa. Lebih baik berdiam diri daripada berkata-kata yang mungkin menyinggung perasaan ibu bapa. Kemudian jika ada kesempatan, gunakan cara yang lembut untuk menjelaskan keadaan sebenar.
8.Menghadiahkan kejayaan.
Ibu bapa sentiasa mengharapkan kejayaan anak mereka. Anak hendaklah berusaha bersungguh-sungguh untuk mencapai kejayaan agar dapat dikongsi kegembiraannya bersama-sama dengan ibu bapa.
Jadi, jika memperoleh kejayaan dalam pelajaran, mendapat pekerjaan, dinaikkan pangkat dan seumpamanya, seharusnya dimaklumkan kepada ibu bapa. Ibu bapa dibawa bersama-sama dalam majlis untuk meraikan kejayaan itu.
9.Meluangkan masa bersama-sama.
Anak yang tinggal berasingan dengan ibu bapa perlu kerap meluangkan masa mengunjungi ibu bapa. Ibu bapa berasa senang menerima kunjungan dan menatap wajah anaknya.
10.Mendoakan kebaikan untuk ibu bapa.
Anak perlu sentiasa mendoakan kebaikan untuk ibu bapanya. Amalan mendoakan kebaikan untuk ibu bapa perlu diteruskan biarpun ibu bapa telah meninggal dunia.
Sabda Rasulullah bermaksud: Apabila meninggal seseorang itu, maka terputuslah segala amalannya, melainkan tiga perkara iaitu sedekah jariah yang berterusan memberi manfaat, ilmu yang memberi kebaikan diajarkan kepada orang lain dan anak yang soleh yang sentiasa mendoakan kebaikan kepada kedua ibu bapanya. (Hadis riwayat Muslim).
Kebaikan dilakukan anak terhadap ibu bapa sebenarnya amat kecil Anak tidak mampu untuk membalas jasa ibu bapa sepenuhnya biarpun dia berbakti sepanjang hayatnya. gunakan kesempatan yang ada untuk melakukan bakti terhadap ibu bapa sebaik mungkin.
Masa untuk anak berbakti kepada ibu bapa sebenarnya semakin suntuk. Lambat laun ibu bapa akan meninggal dunia. Bertindaklah sebelum terlambat, selagi ibu bapa atau salah seorangnya masih hidup. sepemergian mereka hanya doa dari anak-anak yang soleh dan solehah yang mengiringi mereka.
Ricky Febrian
July 08, 2013
New Google SEO
Bandung, IndonesiaTerdapat ibu bapa yang berdepan dengan masalah kewangan. Mereka tidak dapat lagi melakukan tugas seharian disebabkan faktor usia. Kalaupun berkerja, tetapi tidak mencukupi untuk menampung perbelanjaan keluarga yang semakin meningkat.
Justeru menjadi tanggungjawab anak memberi nafkah atau bantuan kewangan kepada ibu bapa. Sumbangan itu tidak seberapa berbanding yang dibelanjakan ibu bapa untuk membesar dan mendidik anak.
2.Menyediakan tempat tinggal.
Dalam kes ibu bapa yang hilang tempat tinggal, atau tidak sesuai untuk didiami, adalah menjadi tanggungjawab anak menyediakan tempat tinggal yang lebih sesuai kepada ibu bapa.
Paling baik jika ibu bapa dibawa tinggal bersama agar dapat menjamin keselamatan dan keperluan harian mereka diuruskan dengan baik.
3.Memberi kasih sayang.
Kasih sayang adalah sebagai membalas kasih sayang yang selama ini telah dicurahkan ibu bapa. Kasih sayang ibu dan bapa tidak pernah padam terhadap anaknya. Jadi seharusnya kasih sayang itu dibalas dengan sebaik-baiknya.
Anak yang baik tidak melupai jasa dan kasih sayang kedua ibu bapa. Anak soleh sentiasa memohon kepada Allah agar ibu bapa mereka diberkati dan dicucuri rahmat.
Firman Allah bermaksud: ?Wahai Tuhanku! Cucurilah rahmat kepada mereka berdua sebagaimana mereka mencurahkan kasih sayang memelihara dan mendidikku ketika kecil.? (Surah al-Isra, ayat 24).
4.Memberi perhatian.
Ibu bapa yang diabaikan akan merasai kesunyian. Mereka terasa disisih dan dan seperti tidak diperdulikan. Hal ini memberi tekanan perasaan dan menyebabkan kemurungan. Keadaan ini jika berterusan memberi kesan kepada kesihatan fizikal dan mental ibu bapa.
Penerapan amalan memberi perhatian terhadap ibu bapa perlu disemai, dibajai serta disuburkan dalam kehidupan masyarakat kita. Kes anak yang membuang ibu bapa semakin meningkat. Anak memandang jijik terhadap ibu bapa sendiri.
Banyak ibu bapa yang disisihkan dan dihantar ke rumah rumah penjagaan orang-orang tua. Sukar diterima akal anak mendakwa tidak mampu menjaga ibu bapa. Sedangkan, ibu bapa mampu menjaga dan membesarkan beberapa orang anak.
5.Memenuhi permintaan.
Ibu bapa seringkali memerlukan bantuan anak untuk melaksanakan sesuatu keperluan. Permintaan itu mungkin dalam bentuk kewangan, tenaga dan masa.
Memenuhi permintaan ibu bapa perlu diutamakan berbanding melakukan tugas lain. Sesungguhnya, memenuhi permintaan ibu bapa lebih baik berbanding melakukan ibadat sembahyang sunat, berpuasa sunat, dan seumpamanya.
Malah keutamaan berbakti kepada ibu bapa lebih utama berjihad di medan perang. Diriwaytkan daripada Bukhri dan Muslim, Ibnu Umar berkata: Saya telah bertanya kepada Nabi Muhammad: Apakah perbuatan disukai oleh Allah?
Lalu baginda bersabda: Sembahyang pada waktunya. Kemudian apa? tanya saya lagi. Baginda menjawab: Berbakti kepada kedua ibu bapa. Saya bertanya: Apa lagi. Jawab baginda: Berjihad pada jalan Allah.
6.Melakukan apa yang disukai.
Ibu bapa sudah tentu mengharapkan anaknya melakukan sesuatu yang baik pada pandangan mereka. Melakukan perkara yang tidak sukai ibu bapa bermakna melakukan perbuatan derhaka.
Anak derhaka kepada ibu bapa tidak mendapat keberkatan dalam kehidupannya. Sesiapa derhaka kepada ibu bapa disegerakan balasan di dunia dan tidak terlepas di akhirat.
Sabda Rasulullah bermaksud: Dua kejahatan yang disegerakan balasan di dunia ialah zina dan menderhaka kepada dua ibu bapa.(Hadis riwayat Tirmizi).
Dalam hadis lain diriwayatkan al-Hakam bermaksud: Semua dosa akan ditangguhkan Allah, yakni balasan menurut kehendak-Nya hingga ke hari kiamat, kecuali balasan menderhaka kepada kedua ibu bapa. Maka sesungguhnya Allah menyegerakan balasan kepada pelakunya pada masa hidupnya sebelum mati.
7.Bercakap dengan lemah lembut.
Satu cara menjaga perasaan ibu bapa ialah bercakap lemah lembut dengan mereka. Suara hendaklah direndahkan dan jangan membantah permintaan mereka.
Firman Allah bermaksud: Tuhanmu telah memerintahkan, supaya kamu tidak menyembah selain Allah, dan hendaklah berbuat santun terhadap kedua orang tua. Jika salah seorang telah lanjut usianya, atau kedua-duanya telah tua, janganlah sekali-kali engkau berani berkata cis! terhadap mereka dan janganlah engkau suka menggertak mereka. Tetapi berkatalah dengan sopan santun dan lemah lembut. (Surah al-Israk, ayat 23).
Sesungguhnya, anak ditegah membantah kata-kata ibu bapa dengan suara tinggi atau bermaksud merendahkan kedudukan ibu bapa. Lebih baik berdiam diri daripada berkata-kata yang mungkin menyinggung perasaan ibu bapa. Kemudian jika ada kesempatan, gunakan cara yang lembut untuk menjelaskan keadaan sebenar.
8.Menghadiahkan kejayaan.
Ibu bapa sentiasa mengharapkan kejayaan anak mereka. Anak hendaklah berusaha bersungguh-sungguh untuk mencapai kejayaan agar dapat dikongsi kegembiraannya bersama-sama dengan ibu bapa.
Jadi, jika memperoleh kejayaan dalam pelajaran, mendapat pekerjaan, dinaikkan pangkat dan seumpamanya, seharusnya dimaklumkan kepada ibu bapa. Ibu bapa dibawa bersama-sama dalam majlis untuk meraikan kejayaan itu.
9.Meluangkan masa bersama-sama.
Anak yang tinggal berasingan dengan ibu bapa perlu kerap meluangkan masa mengunjungi ibu bapa. Ibu bapa berasa senang menerima kunjungan dan menatap wajah anaknya.
10.Mendoakan kebaikan untuk ibu bapa.
Anak perlu sentiasa mendoakan kebaikan untuk ibu bapanya. Amalan mendoakan kebaikan untuk ibu bapa perlu diteruskan biarpun ibu bapa telah meninggal dunia.
Sabda Rasulullah bermaksud: Apabila meninggal seseorang itu, maka terputuslah segala amalannya, melainkan tiga perkara iaitu sedekah jariah yang berterusan memberi manfaat, ilmu yang memberi kebaikan diajarkan kepada orang lain dan anak yang soleh yang sentiasa mendoakan kebaikan kepada kedua ibu bapanya. (Hadis riwayat Muslim).
Kebaikan dilakukan anak terhadap ibu bapa sebenarnya amat kecil Anak tidak mampu untuk membalas jasa ibu bapa sepenuhnya biarpun dia berbakti sepanjang hayatnya. gunakan kesempatan yang ada untuk melakukan bakti terhadap ibu bapa sebaik mungkin.
Masa untuk anak berbakti kepada ibu bapa sebenarnya semakin suntuk. Lambat laun ibu bapa akan meninggal dunia. Bertindaklah sebelum terlambat, selagi ibu bapa atau salah seorangnya masih hidup. sepemergian mereka hanya doa dari anak-anak yang soleh dan solehah yang mengiringi mereka.








