Sunday, February 18, 2018

Ricky Febrian

Misteri Ritual Mistis dan Tumbal Demi Hasil Panen yang Melimpah

By     No comments:
Ritual Mistis dan Tumbal Demi Hasil Panen yang Melimpah 
Di balik kinclongnya usaha penyadapan karet di Jambi terselip cerita seputar ritual mistis terkait. Sebagian warga menjalani ritual mistis atau lelaku gaib demi menggenjot hasil karet.

Sebut saja namanya Man. Pria 48 tahun asal Dusun Bedaro, Kecamatan Muko-Muko Bathin VII, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi ini mengungkapkan sejumlah penyadap karet menjalani ritual mistis demi mendapat hasil panen yang melimpah.

"Dulu waktu harga karet mahal banyak yang pakai itu (pesugihan). Saat ini juga masih ada, apalagi harga karet mulai membaik," ujar Man saat dihubungi melalui telepon genggam di Muarabungo, ibukota Kabupaten Bungo, Kamis malam, 26 Januari 2017.

Pria yang memiliki 10 hektare lebih kebun karet ini awalnya tidak percaya adanya praktik lelaku gaib agar hasil sadapan karet melimpah. Namun hal itu berubah setelah sebagian kebun karetnya disewakan.

"Saat itu hampir separuh kebun milik keluarga saya disewakan. Ada yang setahun ada yang lebih. Harganya macam-macam tergantung kesepakatan, waktu itu saya lepas Rp 15 juta," tutur Man.

Saat itulah, Man mulai percaya ada yang aneh dari hasil kebun karetnya usai disadap para penyewa kebun miliknya. Sebab, hasil sadapan karet setelah disewa berubah lebih banyak dari sebelumnya.

Man mengaku dalam seminggu biasanya hanya mendapat rata-rata 100 kilogram per hektare.

"Namun setelah disewa hasilnya berubah total. Satu hektare saja bisa mencapai 150 kilo. Ini aneh, saya dulu jadi penasaran," ujarnya.

Penasaran Man dan keluarganya semakin memuncak kala kebun habis masa sewanya. Pohon karet seperti sudah habis, getah karet tiba-tiba hilang tak bersisa.

"Berbulan-bulan kami menunggu kebun karet kami keluar lagi getahnya," kata Man.

Karena penasaran, Man mencoba mencari informasi kepada sejumlah penyewa kebun karet yang sebagian besar berasal dari daerah di Pulau Jawa. Saat itulah Man tahu, ada syarat yang harus dijalani untuk menghasilkan getah melimpah.

Man makin tergiur mengikuti jejak lelaku gaib para penyewa kebun miliknya itu. Menurut Man, banyak tempat khususnya di daerah Jawa yang menawarkan bantuan agar panen karetnya melimpah.

"(Ritual mistis) Mulai dari ke dukun di Jawa Timur, Banten sampai ke Pantai Selatan saya pernah datangi demi ngalap (mencari) berkah," ucap Man.

Baca Uga : 


Pria anak dua ini mengatakan, dalam lelaku gaib tersebut ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Termasuk di dalamnya adalah tumbal. Tumbal tersebut bahkan menentukan atas hasil getah yang diinginkan. Semakin besar keinginan, maka semakin besar pula tumbal yang harus dipenuhi.

"Macam-macam ada pantangan juga. Kalau mau hasil banyak, tumbalnya sampai nyawa," sebutnya.

Man enggan menyebut lelaku gaib apa saja yang ia jalani. Ia bahkan mengaku sudah meninggalkan segala jalan lelaku gaib tersebut.

"Saya sudah taubat, apalagi harga getah sekarang tidak seperti dulu lagi," ucapnya mengakhiri.

Ngadimin (50), salah seorang petani di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) juga mengakui adanya lelaku gaib pesugihan yang dijalani oleh beberapa orang petani getah.

"Ada saya pernah dengar. Dari hasil juga bisa dilihat, misal sama-sama punya satu hektare karet, kok hasilnya jauh banget bedanya. Bisa jadi ada apa-apanya," tutur petani karet asal Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah ini.

Karet yang Menggiurkan

Menyadap getah atau karet adalah mata pencaharian utama bagi sebagian besar warga Jambi. Hampir di setiap daerah di Jambi terbentang lebatnya pohon karet mulai dari milik perusahaan hingga petani biasa.

Jauh sebelum saat ini, karet sudah menjadi komoditi utama yang diproduksi warga Jambi. Seiring program transmigrasi era Presiden Soeharto antara tahun 1970 hingga 1980an menjadikan lahan perkebunan karet di Jambi semakin luas.

Tuesday, February 13, 2018

Ricky Febrian

Kapal Flor de la Mar dan Misteri 200 Peti Berisi Emas Berlian Yang Tenggelam Di Laut Indonesia

By     No comments:
Kapal Flor de la Mar dan Misteri 200 Peti Berisi Emas Berlian Yang Tenggelam Di Laut Indonesia



Ini kisah tentang harta karun yang masih tersembunyi di lautan Indonesia: bermula dari tahun 1501, pada puncak masa keemasan eksplorasi Kerajaan Portugal.

Kala itu, pelabuhan di Lisbon sibuk dengan aktivitas pelayaran ke 'Dunia Baru' yang belum terjamah dan terjajah Bangsa Eropa.

Armada yang terdiri atas kapal-kapal tercanggih pada zamannya dikirim ke lautan luas dan menyeberangi samudera. Salah satunya adalah Flor de la Mar atau Flower of the Sea.

Dengan panjang 118 kaki (35,9 meter), tinggi 111 kaki (33,8 meter), dan berat 400 ton, Flor de la Mar adalah kapal terbesar dalam armadanya.

Bahtera itu dikirim menuju India, untuk memberikan kemuliaan pada negara dan 'Tuhan', dengan menaklukkan dan menjarah tanah yang kaya akan emas dan rempah-rempah -- dua hal yang memesona bangsa Barat saat itu.

Meski tampak indah dan megah, Flor de la Mar atau 'Bunga di Lautan' itu  memiliki sejumlah kelemahan. Sejumlah orang bahkan menganggapnya  punya 'karma buruk'.

Flor de la Mar melakukan pelayaran perdana pada 1502, di bawah  komando nakhoda Estevao da Gama, sepupu penjelajah terkenal Vasco da Gama.

Seperti dikutip dari Daily Beast, Selasa (10/1/2017), kapal itu berlayar ke India, di mana mereka bisa mengumpulkan semua  rampasan yang memenuhi bagian lambung, sebelum akhirnya berlayar pulang.

Dalam perjalanan ke Portugis, kapal itu menemui masalah. Ternyata  bahtera sebesar itu sedikit rumit dalam hal desain dan tak sesuai untuk  mengarungi perairan yang dilayari. Flor de la Mar mulai bocor.

Lubang itu akhirnya ditambal dan kapal tersebut tiba di pelabuhan tujuan beberapa bulan lebih lama dari waktu yang diagendakan.

Namun, permasalahan ternyata belum ditangani secara tuntas. Meski  demikian, Flor de la Mar terus dipaksa berlayar.

Di bawah kendali nakhoda baru, kapal itu berlayar beberapa tahun setelahnya, dalam misi dagang kedua ke India. Lagi, lagi, kebocoran terjadi dalam perjalanan pulang. Terpaksa, perjalanan Flor de la Mar dihentikan setengah jalan.

Ia kemudian menjadi bagian dari armada patroli di Hindia Timur, yang mengintai lalu merampas apapun yang dianggap berharga.

Selama empat tahun ke depan, Flor de la Mar menjadi kapal perang,  membantu menaklukkan wilayah-wilayah yang maju secara budaya dan ekonomi seperti Socotra, Muscat, Ormuz, dan Goa.

Kapal itu menjadi bagian dari skuadron di bawah komando Alfonso de Albuquerque, seorang bangsawan dan laksamana yang akan menjadi raja muda kedua Portugal di India.

Pada tahun 1511, Albuquerque mengincar Malaka di Semenanjung Malaysia.

Posisi Malaka berada di persimpangan rute perdagangan regional dan menjadi pusat penumpukan kekayaan internasional.

Albuquerque tidak bisa menahan diri untuk menguasainya. Setelah pengepungan dua belas hari, yang diwarnai kekerasan dan pembunuhan, upaya Albuquerque menjajah Malaka dinyatakan sukses.

Tak hanya secara politis yang menjadikan Malaka sebagai wilayah baru kerajaan Portugal, Albuquerque juga menjarah kota dan istana sultan.

Meski reputasi Flor de la Mar tak selalu baik, Albuquerque memutuskan menggunakan kapal itu untuk mengangkut harta jarahannya itu.

Baca Uga : .....


Ia berniat pulang ke Portugal dengan kemenangan gilang-gemilang, membawa kekayaan tak terbatas, dan membawa kembali Flor de la Mar yang dulu menjadi kapal terbesar negaranya, setelah enam tahun mengarungi lautan.

"Rampasan Portugis yang diambil dari Malaka lebih dari yang bisa dibayangkan. Lebih dari 60 ton jarahan emas dalam bentuk hewan, burung, furniture berlapis emas, dan mata uang itu yang berasal dari istana sultan saja," kata pemburu harta karun Robert F. Marx dan istrinya Jenifer Marx dalam buku Treasure Lost at Sea: Diving to the World’s Great Shipwrecks.

"Harta itu makan banyak tempat sehingga para awaknya mengalami kesulitan menempatkan 200 peti berisi perhiasan. Berlian, rubi, zamrud dan safir di dalamnya, senilai lebih dari tiga puluh juta crown, akan bernilai miliaran dolar hari ini," tambah mereka.

Pada Desember 1511, barang jarahan telah dimuat dalam kapal, Albuquerque siap untuk pulang dengan Flor de la Mar. Dua hari setelah pelayaran dilakukan, kapal itu dilumpuhkan badai dahsyat.

Selama berberapa jam, Flor de la Mar selamat dari terjangan ombak yang membanjiri kapal.

Namun, bahtera itu akhirnya tak berdaya sama sekali setelah menabrak karang di lepas pantai Sumatera.

"Saat armada kapal berlayar sepanjang timur laut Pase (Samudera Pasai), mereka terjebak dalam badai dahsyat dan Flor de la Mar, kapal tua itu, karam. Korban jiwa dalam jumlah besar berjatuhan dan pun dengan semua harta yang dibawa dari Malaka. Albuquerqe sendiri berhasil selamat dengan susah payah," tulis Tome Pires, seorang apoteker Portugis dalam jurnalnya, yang ditulis saat tinggal di Malaka pada 1512-1515.

Menurut berbagai laporan, kapal cepat pecah menjadi dua setelah menghantam karang.

Terjangan gelombang kemudian memecah dua bagian itu berkeping-keping. Hampir semua 400 orang di atas kapal kehilangan nyawa mereka, kecuali Albuquerque, yang melarikan diri dengan beberapa perwira menggunakan perahu mirip sekoci.

Mereka cepat mendayung pergi dengan hanya membawa pakaian yang melekat di badan, meninggalkan harta senilai US$ 2,6 miliar atau setara Rp 34,6 triliun.

Meskipun banyak upaya dilakukan, lokasibangkai kapal dan barang jarahan tidak pernah ditemukan.

Di antara ekspedisi paling serius untuk menemukan harta yang hilang dilakukan South East Asia Salvage, perusahaan dari Singapura yang menerima izin dari otoritas Indonesia pada tahun 1989 untuk mencari kapal yang tenggelam.

Pasangan Marx ikut dalam ekspedisi itu. Sebelumnya, dalam Treasure Lost at Sea, mereka mengklaim menemukan karang yang diduga bertanggung jawab atas tenggelamnya Flor de la Mar.

Belum lagi ekspedisi dilakukan, perselisihan pecah antara Malaysia, Portugal, dan Indonesia -- yang memperebutkan klaim kepemilikan untuk setiap rampasan yang mungkin ditemukan.

Belum diputuskan hingga kini apakah negara tempat harta berasal (Malaysia), di mana kapal tenggelam dan harta berada (Indonesia), atau asal para penjarahnya (Portugal) yang berhak mendapatkannya.

Ekspedisi itu kemudian dihentikan dan lokasi Flor de la Mar dan isinya tetap menjadi misteri.

Hingga hari ini, kapal milik Portugis dan segala isinya menanti untuk ditemukan di suatu titik di dekat Selat Malaka.

Banyak yang menduga, reruntuhan Flor de la Mar menutupi dan melindungi harta yang terkubur di dasar laut, namun beberapa menduga, kekayaan itu mungkin tak sebanyak nilai asalnya.

Muncul dugaan, setelah ditinggalkan oleh Albuquerque dan kala badai berlalu, beberapa awak kapal yang selamat mengambil harta-harta itu dengan bantuan penduduk setempat.

Harta karun Flor de la Mar mereka ambil sebisa mungkin sebelum sisanya ditinggalkan di dasar laut, hilang selamanya.

Saturday, February 10, 2018

Ricky Febrian

Mitos Asal Usul Tanjakan Emen yang Banyak Merenggut Jiwa Korban Kecelakaan

By     No comments:
Mitos Asal Usul Tanjakan Emen yang Banyak Merenggut Jiwa Korban Kecelakaan 



Kecelakaan di tanjakan Emen sudah sering kali terjadi dan menelan banyak korban jiwa. Kecelakaan maut di tanjakan ini kerap dikaitkan dengan hal mistis.

Adalah sosok Emen yang dipercaya sebagai hantu penunggu tanjakan tersebut, kerap menyebabkan kecelakaan maut. Siapakah sosok Emen itu?

Seperti dikutip dari kotasubang.com, ada beberapa versi mengenai ihwal mitos Tanjakan Emen ini. Menurut Sahidin Darajat, warga yang tinggal di sekitar tanjakan tersebut, dahulu sekitar tahun 1969 terjadi sebuah kecelakaan yang menyebabkan seorang kernet bus bernama Emen tewas. Saat itu ia mengaku menyaksikan kejadian tersebut.

“Waktu itu ada bus bernama Bus Bunga. Bus tersebut mogok di tanjakan. Emen berusaha mengganjal bannya. Namun remnya jebol, sehingga Pak Emen terseret sama bus hingga meninggal dunia,” kata Sahidin.

Sejak kejadian itu menurut Sahidin sering terjadi penampakan dan kecelakaan di sana, sehingga tanjakan tersebut dikenal dengan sebutan Tanjakan Emen.

Versi kedua mengatakan, Emen adalah seorang korban tabrak lari di daerah itu. Kemudian mayat Emen bukannya ditolong, tapi malah disembunyikan dalam rimbunan pepohonan di sekitar tanjakan tersebut. Sejak saat itulah arwah Emen dipercaya menuntut balas.

Kisah lain menyebutkan, semasa hidupnya Emen dikenal sebagai supir pemberani. Suatu malam, sekitar tahun 1964, Emen sedang mengakut ikan asin dari Bandung ke arah Subang. Persis di tanjakan itu dia mengalami kecelakaan. Mobilnya terbalik, terguling-guling dan terbakar. Saat itu jalan sedang sepi. Tidak ada yang menolong Emen yang terjebak di dalam mobil yang membakarnya hidup-hidup. Emen tewas di tempat kejadian, dan sejak saat itu semakin sering terjadi kecelakaan di sana.

Baca Uga : 


Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, banyak pengendara yang percaya bahwa tanjakan Emen angker. Karena itu, warga koin, rokok atau menyalakan klakson saat melintasi tanjakan Emen. Hal itu dipercaya dapat terhindar dari bahaya.

Berdasarkan hasil penelusuran hingga ke keluarga Emen dapat diketahui ternyata versi terakhir yang mendekati kebenaran. Wahyu, putra dari Emen membenarkan peristiwa yang dialami ayahnya.

Kendati demikian, Wahyu menepis berbagai kejadian kecelakaan yang terjadi di tanjakan Emen sebagai akibat dari arwah Emen yang gentayangan.

“Lagi pula waktu itu bapak saya tidak meninggal di sana, tapi di Rumah Sakit Ranca Badak,” ujar Wahyu yang juga berprofesi sebagai sopir angkot di daerah Lembang.

Kejadian tragis menimpa Emen saat anaknya Wahyu baru berusia 8 tahun. Ketika itu, Emen mengalami kecelakaan akibat oplet yang dikemudikannya mengalami rem blong.

“Waktu itu saya berusia kira-kira 8 tahun. Bapak saya memang sopir oplet Subang – Bandung. Ketika itu kemungkinan remnya blong, kemudian opletnya nabrak tebing, terbalik kemudian terbakar. Seingat saya cuma 2 orang yang selamat waktu itu,” tambah Wahyu.

Emen meninggal di rumah sakit. Jenazahnya dimakamkan di pemakaman umum di daerah Jayagiri, Lembang.

Di luar mitos yang beredar, sebenarnya kecelakaanyang terjadi di tanjakan Emen bisa dijelaskan dengan nalar. Kecelakaan sering kali diakibatkan rem kendaraan yang blong dan kurang piawainya sopir melewati tanjakan atau turunan tersebut, terutama bagi mereka yang baru pertama kali melewatinya.

Kondisi tanjakan emen sepanjang 2-3 km ini sangatlah ekstrim, memiliki kemiringan 40-50 derajat dan memiliki tikungan – tikungan tajam, hal ini tentunya akan menyulitkan bagi yang kurang piawai memegang kemudi.
Ricky Febrian

Mitos Tentang Gerhana Bulan yang Melegenda

By     No comments:
Mitos Tentang Gerhana Bulan yang Melegenda



Ternyata, Masyarakat dunia memiliki kisah menarik setiap perjumpaannya dengan fenomena alam. Seperti fenomena gerhana bulan.

Menariknya, gerhana kali ini terbilang langka. Selain disebut sebagai Gerhana Super Blue Bloodmoon karena perpaduan gerhana-gerhana bulan yang biasa terjadi, gerhana ini pun baru muncul setelah kemunculannya terakhir kali pada 31 Maret 1866 atau sekitar 152 tahun yang lalu.

Memperingati berlangsungnya peristiwa tersebut, cerita hantu Indonesia dan luar negeri akan mencoba merangkum lima mitos tentang gerhana bulan di benak masyarakat dunia.

1. Tuhan Sedang Marah

Masyarakat Yunani kuno percaya bahwa terjadinya gerhana bulan akibat kemarahan Tuhan yang merupakan awal akan munculnya bencana besar.

Kata gerhana (enclipse) berasal dari bahasa Yunani yakni 'Ekleipsis' yang artinya ditinggalkan. Atau berarti manusia yang ditinggalkan oleh tuhan.

2. Bulan Sedang Terluka

Suku Hupa yang tinggal di bagian Utara California Benua Amerika percaya bahwa gerhana bulan terjadi sebagai tanda bulan tengah terluka karena berwarna merah.

Suku Hupa percaya bulan memiliki sejumlah istri dan banyak hewan peliharaan yang buas. Konon, bila hewan peliharaan tersebut telat diberi makan, lantas bulan akan diserang yang lantas sampai berdarah-darah.

Baca Uga : 


3. Bulan Dimakan Raksasa dan Naga

Karena cahaya bulan yang seolah tertutupi kala gerhana berlangsung, sebagian masyarakat dunia percaya bahwa bulan tengah dimakan.

Beberapa masyarakat daerah Jawa percaya momen gerhana bulan adalah waktu Raksasa Batara Kala memakan bulan tersebut. Yang menarik, saat itu masyarakat langsung menabuh tempat penumbuk padi sehingga Batara Kala lambat laun pergi karena ketakutan oleh bunyi tabuhan.

Berbeda dengan masyarakat di Cina, mereka menganggap gerhana bulan terjadi tanda naga yang tengah marah lantas memakan bulan. Untuk mengusirnya, masyarakat lantas menyalakan petasan.

4. Makanan Terpapar Racun

Masyarakat Jepang dulu percaya ketika gerhana bulan total berlangsung, ada racun yang disebarkan ke muka bumi.

Menyikapi itu, masyarakat Jepang akan segera menutup sumur atau tempat-tempat penampung air, berikut ternak dan lahan tani karena ditakutkan terkontaminasi racun.

5. Ibu Hamil Sembunyi Saat Gerhana

Sebagian masyarakat Indonesia hingga kini masih percaya saat gerhana berlangsung, wanita yang tengah hamil tidak boleh pergi keluar melihat bulan karena ditakutkan bayinya terlahir dengan kelainan.

Ada juga yang berpendapat saat itu wanita hamil tidak menggunakan pisau untuk memotong apapun selama gerhana atau anaknya akan terlahir dengan bibir sumbing.

Ada juga kepercayaan wanita hamil yang menyentuh perutnya saat gerhana akan melahirkan bayi dengan tanda lahir tertentu. Sehingga ada yang menganggap, sebaiknya saat gerhana muncul wanita hamil mesti bersembunyi di kolong ranjang.